Permen, sebuah kisah inspiratif
Sempat kesal sedikit karena agak kesulitan menulis di blog sekarang, koneksi internetnya kurang lancar dan keuangan juga kurang lancar, jadinya kalau mau ngenet harus ke kampus dan duduk di pojokan biar dekat sama colokan listrik -_-", belum lagi ditemani dengan para nyamuk yang ukurannya segede gajah #lebayyy#oke ini dia kisah permen dari bu Melly Kiong, seorang ibu, motivator sekaligus praktisi dalam bidang pengembangan karakter, lets check it out..
Permen sebagai Metode Pembelajaran Anak
Suatu hari Mathew meminta tolong pada ibunya untuk membukakan permen, "mama, tolong buka bungkus permen ini" kata mathew, sebagai orang dewasa kita pasti akan langsung membukakan permen bagi mathew, namun sang bunda ternyata berpikiran lain, bunda justru berpikiran bahwa mathew tidak dapat membuka bungkus permen karena memang belum di ajari, bukan karna dia tidak bisa dan manja, oleh karena itu yang bunda lakukan adalah mengajari mathew membuka permen tersebut, beliau mengajari mathew dengan penuh perhatian dan kasih sayang sehingga mathew dapat membuka permennya sendiri.
Suatu hari mathew datang lagi pada ibunya tetapi dengan permasalahan berbeda, yaitu tidak dapat membuka permen karena permennya memang tidak dapat dibuka, pelajaran yang ditanamkan bunda kali ini adalah jujur pada mathew dan mengakui bahwa bunda juga tidak dapat membuka permen tersebut karena permennya sudah rusak dan tidak dapat dimakan lagi, yang bunda sarankan adalah mengganti permen mathew yang rusak dengan permen yang kondisinya masih baik. Nilai moral yang aku tangkap dari kedua cerita itu adalah mendidik anak untuk menjadi seseorang dengan daya juang yang tinggi
sehingga tidak gampang menyerah sebelum mencoba dan belajar dalam
melakukan sesuatu, selain itu mengajari anak untuk mencari orang tuanya saat anak mendapat suatu masalah, membuat dia menganggap bahwa kita adalah orang yang terpercaya, dan sebelum meminta bantuan orang lain anak akan mencari kita terlebih dahulu untuk mendiskusikan juga meminta saran.
Cerita di kutip dari seminar FnCD,
cerita ini merupakan kisah nyata dari ibu Melly Kiong

