i miss you my blog

01.37.00 0 Comments A+ a-

Lama aku meninggalkanmu. Jujur aku merindumu, sangat, tapi apa daya sudah malas menggunakan modem sekarang, adapun pasti aku lebih memilih membekali si kecil tab daripada si kecil modem unyu-unyu itu. Entah kenapa obesesiku menulis di blog sudah sangat berkurang, bahkan aku mulai melupakanmu dan beralh ke tumblr. Mungkin karena memang tadi, menggunakan blog harus bermodal koneksi internet yang sangat tidak mungkin untukku. jadi aku hanya menulis sesuatu yang memang ringan-ringan saja.
 
Banyak hal sebenarnya yang membuatmu lebih indah dijadikan media tulisan, tapi tumblr sudah menyedot semua perhatianku, dan aku tipe yang susah move on. Jadilah hari ini, saking kangennya aku menulis di blog. Yah aku mungkin memang bukan penulis ulung, hanya penulis amatiran yang tidak jelas sebnarnya blog ini bertema apa. Suatu hari nanti mungkin, bisa saja blog ini jadi blog fashion, blog petualangan ataupun blog kuliner. Entahlah aku belum punya bayangan tentang itu, yang jelas aku ingin menutup tahun 2013 ini dengan semacam tulisan tentang beberapa kejadian penting dalam hidupku di tahun ini.

mantan vs mantan

19.46.00 0 Comments A+ a-

Seharusnya seorang mantan pacar berlaku selayaknya mantan pacar, anda tidak punya hak mengatur saya boleh pacaran dengan siapa saja, termasuk dengan mantan saya, toh anda yang dulu memutuskan untuk meninggalkan saya sehingga sekarang akhirnya saya kembali kepada mantan saya yang dulu,jadi itu bukan hak anda untuk marah seberapapun anda benci dengan mantan saya itu.

Consumer Behaviour Class IKK 231 2013

22.06.00 0 Comments A+ a-

PUTU ROSSI TYA LESTARI
Class of IPB 47 2013 Undergraduate Student of Program in Community Nutrition
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University
  Question on Thursday 21 March  2013 Lecture
1. Bagaimana caranya menghadapi sentimen pasar terhadap pemilik usaha dari agama yang berbeda dengan agama kita, misalnya kita tau agama terbesar di Indonesia adalah muslim nah ketika kita mau membuat usahakatering makanan bisa dipastikan akan muncul sentimen pasar seperti apakah makanan  yang dijual halal?
2. bagaimana caranya menanggulangi sikap konsumtif yang mungkin muncul akibat dari setiap budaya (dalam hal perilakuk membeli pakaian ataupun makanan)?
3. apakah dengan diberlakukannya kartu kredit atau sistem kredit seorang konsumen bisa berubah menjadi konsumtif ?

Consumer Behaviour Class IKK 231 2013

21.08.00 0 Comments A+ a-


PUTU ROSSI TYA LESTARI
Class of IPB 47 2013 Undergraduate Student of Program in Community Nutrition
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University

Class notes on Thursday 21 February 2013 Lecture

Akhirnya berjodoh juga dengan mata kuliah perilaku konsumen J, hari ini hari pertama saya mengikuti kuliah perilaku konsumen semenjak KRS B. Dosennya kece banget,, haha,, He is Mr. Ujang Sumarwan, our lovely teacher, awalnya agak bosan sih tapi ternyata banyak pelajaran dari bapaknya tentang hidup :’).  Hari ini saya belajar mengenai 4 hal yang memengaruhi proses pengambilan keputusan oleh seorang konsumen, yaitu : (1) kegiatan pemasaran oleh perusahaan contohnya iklan, (2) perbedaan masing-masing individu, (3) adanya implikasi, dan (4) faktor lingkungan. setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, kepribadian yang berbeda sehingga akan berimplikasi sosial.
Ada lagi teori dari Sigmund Freud mengenai kepribadian, kepribadian dibagi menjadi 3 bagian, pertama adalah Id (ejaan Indonesia ya), Id adalah naluri yang mendorong munculnya kebutuhan biologis kita, yang ini adalah sisi negatifnya. Kedua adalah adalah superego yang mendorong kita untuk cenderung berbuat baik, yang ini adalah sisi positifnya, Nah yang ketiga adalah si “ego”, ternyata ego didefinisikan sebagai penyeimbang antara Id dan Superego.
Menurut Neo Freud kepribadian ditentukan oleh dimensi sosial à lingkungan. Teori ini muncul karena ada rasa tidak setuju terhadap dominasi insting dalam pembentukan kepribadian manusia. Gaya hidup merupakan refleksi dari kepribadian kita yang menggambarkan perilaku seorang konsumen, sedangkan konsep diri adalah gabungan kepribadian dan gaya hidup contohnya adalah tas, konsumen yang biasanya adalah wanita membeli tas sebagai gambaran kepribadian mereka, nah semakin tinggi penghasilan seseorang maka tas yang dibeli pun akan semakin mahal, ga salah kan artis-artis papan atas Indonesia maupun dari luar rela merogoh kantong dalam-dalam hanya untuk membeli sebuah tas, nah, kalau penghasilan masih rendah aja kaum wanita sudah suka mengoleksi tas #meskipun harganya ga mahal# gimna kalau penghasilannya udah tinggi ?? see? #silahkan simpulkan sendiri ya hehe# hal tersebut seperti sebuah implikasi, misalnya “jika saya jadi istri pengusaha maka saya akan beli tas dengan brand H” yuhuuu, that’s what I mean.
Sebuah produk memiliki manfaat fungsional dan psikologis, nah sosialita mencari sebuah produk biasanya karena manfaat psikologis nih. And then terakhir adalah 4 dimensi konsep diri, (1) actual self concept, (2) Ideal self concept, (3) Social self concept , dan (4) Private self concept. 

Based on Consumer Behavior Text Book by Ujang Sumarwan

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

Lecturers of Consumer Behavior Class Semester  Feb – May  2013
Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSC (www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir Lilik Noor Yuliati
Ir. Retnaningsih, MS
Megawati Simanjuntak, SP, MS

Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University