being thankful

04.55.00 0 Comments A+ a-

sepenggal cerita setelah tadi bertemu dengan dosen pembimbing dan seorang teman,,pagi tadi saya ke kampus ingin bertemu dengan dosen pembimbing, sebelumnya saya singgah dulu ke komdik (komisi pendidikan) mengambil transkrip nilai saya...hmmm..masih tidak percaya ketika menatap kertas di genggaman tangan saya ini, hasilnya sungguh tidak memuaskan pikir saya, lalu saya menghampiri seorang teman yang juga mengambil transkrip nilainya, kami saling bertukar transkrip...dan tanggapan teman saya sungguh di luar dugaan ,"ini bagus banget, coba gw bisa segini juga IPnya ". Saya pun berpikir " Tuhan, dengan IP sejelek ini masih di anggap bagus oleh teman saya ? menghina atau menghibur kah dia? "...kemudian di perjalanan pulang saya terus mengingat komentar teman saya itu, lalu saya tersadar,, betul juga...masih banyak teman lain yang IP smester 3nya jauh di bawah saya, dengan ip 3,2 saya sudah merasa bahwa dunia ini akan hancur, bagaimana dengan mereka,, masih ada senyum diwajah mereka. saya sungguh manusia bodoh karna tidak bisa bersyukur dengan rahmat tuhan yang diberikan, masih menuntut kesempurnaan padahal saya punya banyak kekurangan...malah menyalahkan situasi yang jelas-jelas bukan alasan yang logis. Saya pun akhirnya sadar, bahwa kesempurnaan itu hanya bisa diraih oleh orang-orang dengan usaha yang keras, tekun, dan disiplin,, inilah resolusi saya semester ini..tidak ingin malu lagi. semester ini saya harus berusaha keras mencapai mimpi saya...