sebuah proses
semuanya memang masih baru,
semester baru, semangat baru, baju baru, kamar baru,
hanya hati ini yang masih belum diperbaharui,
mungkin memang butuh waktu lama melupakan dia,
bahkan sudah 9 bulan berlalu aku masih belum bisa melupakan bayangannya,
terlalu banyak kenangan manis yang kami lalui bersama selama 2,5 tahun.
waktu berlalu begitu cepatnya, tanpa aku sadari aku sedikit demi sedikit menjadi orang yang baru, benar-benar berbeda dari sebelumnya. aku melarikan diri pada kesibukan dan teman-teman di kampus, menemukan sahabat, menemukan orang yang dikagumi, tapi aku masih merasa belum pantas untuk mereka, aku banyak melakukan kesalahan di masa laluku, kesalahan yang membuatku jatuh ke dasar jurang yang paling dalam. tapi aku tidak mau ada disana terus, aku berusaha memanjat naik dengan bantuannya, tapi dia melepas tanganku begitu saja. menggenggam tangan wanita lain yang dirasanya pantas untuk dirinya yang sempurna itu. Entah sudah berapa liter air mata yang kutumpahkan menahan rasa sakit dihati yang begitu menusuk ragaku, bukan hanya perasaanku yang sakit, tapi ragaku pun seolah menolak mentah-mentah perhatian dari pria selain dia,, seandainya waktu bisa kuputar ulang, aku ingin sekali ada ditempat itu dan memperbaiki kesalahanku dimasa lalu. namun waktu terus berlalu tanpa ada kesempatan untukku kembali.
