Genggam aku

21.18.00 0 Comments A+ a-



sudah tidak ada lagi yang menarik bagiku sekarang, semua terasa membosankan. Aku sudah terlalu lelah sendiri, tanpa tempat bersandar, rasanya tubuhku ingin ambruk ke tanah dimana aku berpijak sekarang. Aku sudah lama disini tanpa menemukan jati diriku, tanpa tau sebenarnya apa yang kucari disini. Aku sendiri tanpa cahaya penerang karna siang telah berganti malam. Akulah wanita, aku, aku, aku, kapan ada kita? kenapa hanya aku? kapan ada kamu? pertanyaan itu selalu memenuhi pikiranku, kenapa hanya aku sendiri, kenapa kau tidak ada menemaniku, aku sudah sampai diujung jurang, tingggal sejengkal maka aku akan jatuh. Tolong, tolong bawa aku pergi dari tenpat ini, bawa aku menjauh dari ujung dunia ini, bawa aku pergi, aku kedinginan, kelaparan, haus, tubuhku sudah tak mampu lagi menahan beban, dadaku sesak. Tolong, genggam tanganku sekali lagi, raih aku, peluk aku, jauhkan aku dari tepi jurang itu, aku mohon, "genggam tanganku tapi jangan terlalu erat, karna aku ingin seiring, bukan digiring" (Dee, 2012)