No title
untuk apa aku berharap jika sesal datang kemudian,untuk apa aku sabar menanti jika luka datang kemudian,
aku menunggu sebuah alur yang aku sendiri tak tau endingnya akan seperti apa,
aku menanti sinar fajar datang menerangi jiwaku yang sepi sendiri,
seperti orang bodoh yang menanti datangnya hujan di musim kemarau,
seperti petani menanti datangnya musim panen,
seperti itulah aku di dalam duniaku,
dunia yang hanya aku dan kau yang bisa memahaminya,
mungkin hanya aku dan kau yang bisa memberikan arti dari segalanya
duka
senang
air mata
datang silih berganti dan saling berkaitan
hanya kau dan aku yang tau kenapa hati ini menangis saat ditinggalkan
hanya aku yang tau kenapa aku merasa senang didekatmu
dan hanya kau yang tau kenapa duka ini kau beri padaku
<sepenggal cerita>
